Sekolah Rajo atau yang lebih
dikenal dengan SMU 2 Bukittinggi (Sekarang SMA 2 Bukittinggi) berada di jalan Sudirman, Kelurahan Sapiran,
Kecamatan Aur Birugo XIII. Sekolah Rajo didirikan oleh Pemerintah Kolonial Belanda pada tanggal 1 Maret 1873 dengan tujuan untuk menghasilkan guru yang bermutu. Pada tahun
1878, Sekolah Rajo dipindahkan ke gedung baru, yaitu gedung yang sekarang
menjadi SMU (SMA) 2 Bukittinggi.
Direktur pertama Sekolah Rajo bernama G. Van der Wijk yang kemudian diganti
oleh J. Van der Toorn hingga tahun 1895. Staf pengajar dari bangsa Indonesia
yang paling terkenal adalah Guru Nawawi St. Makmur (1859-1928). Sekolah Rajo
pernah ditutup pada tahun 1935 dan kemudian setelah kemerdekaan diaktifkan
kembali dengan berbagai perubahan nama. Tahun 1946 bangunan ini dijadikan
sebagai Sekolah Menengah Tinggi (SMT), tahun 1950 diubah menjadi SMA I B dan
SMA II C, tahun 1960 SMA II AC dipecah menjadi SMA II C dan SMA A, dan tahun
1962, SMA II C diubah menjadi SMA 2 Bukittinggi. Tahun 1995 dari SMA 2
Bukittinggi menjadi SMU 2 Bukittinggi. Tahun 2000-an, nama SMU 2 Bukit-tinggi
kembali men-jadi SMA 2 Bukit-tinggi.
Bangunan
sekolah ini terbagi menjadi empat lokasi. Bangunan utamanya berada di
tengah-tengah yang digunakan sebagai ruang belajar-mengajar. Bangunan lain
berada di sebelah kanan, sebelah kiri, dan bagian belakang bangunan utama.
Keseluruhan bangunan pada tahun 1991 telah mengalami perbaikan pada beberapa
komponennya.
24 m, bangunan sebelah kanan dan kiri berukuran
masing-masing 10,70 x 4,50 m, dan bangunan bagian belakang berukuran 16,50 x
10,70 m. Bangunan utama terkesan kokoh dengan ditopang 4 buah tiang tembok
bulat pada bagian terasnya. Antara tiang dan tembok dihubungkan dengan besi
lengkung berbentuk suluran sebagai hiasan.